Rabu, 03 Oktober 2012

SEJARAH KOPERASI

SEJARAH LAHIRNYA KOPERASI


Koperasi modern yang berkembang dewasa ini lahir pertama kali di Inggris, yaitu di Kota Rochdale pada tahun 1844. Koperasi timbul pada masa perkembangan kapitalisme sebagai akibat revolusi industri. Pada awalnya, Koperasi Rochdale berdiri dengan usaha penyediaan barang-barang konsumsi untuk keperluan sehari-hari. Akan tetapi seiring dengan terjadinya pemupukan modal koperasi, koperasi mulai merintis untuk memproduksi sendiri barang yang akan dijual.
Kegiatan ini menimbulkan kesempatan kerja bagi anggota yang belum bekerja dan menambah pendapatan bagi mereka yang sudah bekerja. Pada tahun 1851, koperasi tersebut akhirnya dapat mendirikan sebuah pabrik dan mendirikan perumahan bagi anggota-anggotanya yang belum mempunyai rumah.

Perkembangan koperasi di Rochdale sangat memengaruhi perkembangan gerakan koperasi di Inggris maupun di luar Inggris. Pada tahun 1852, jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit. Pada tahun 1862, dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian dengan nama The Cooperative Whole Sale Society (CWS). Pada tahun 1945, CWS berhasil mempunyai lebih kurang 200 pabrik dengan 9.000 orang pekerja. Melihat perkembangan usaha koperasi baik di sektor produksi maupun di sektor perdagangan, pimpinan CWS kemudian membuka perwakilan-perwakilan di luar negeri seperti New York, Kepenhagen, Hamburg, dan lain-lain.

Pada tahun 1876, koperasi ini telah melakukan ekspansi usaha di bidang transportasi, perbankan, dan asuransi. Pada tahun 1870, koperasi tersebut juga membuka usaha di bidang penerbitan, berupa surat kabar yang terbit dengan nama Cooperative News.

The Women’s Coorporative Guild yang dibentuk pada tahun 1883, besar pengaruhnya terhadap perkembangan gerakan koperasi, disamping memperjuangkan hak-hak kaum wanita sebagai ibu rumah tangga, warga negara, dan sebagai konsumen. Beberapa tahun kemudian, koperasi memulai kegiatan di bidang pendidikan dengan menyediakan tempat membaca surat kabar dan perpustakaan. Perpustakaan koperasi merupakan perpustakaan bebas pertama di Inggris, sekaligus digunakan untuk tempat berbagai kursus dan pemberantasan buta huruf. Kemudian Women Skill Guild Youth Organization membentuk sebuah pusat yaitu Cooperative Union. Pada tahun 1919, didirikanlah Cooperative Collage di Manchaster yang merupakan lembaga pendidikan tinggi koperasi pertama.

Revolusi industri di Prancis juga mendorong berdirinya koperasi. Untuk mampu menghadapi serangan industri Inggris, Prancis berusaha mengganti mesin-mesin yang digunakan dengan mesin-mesin modern yang berakibat pada peningkatan pengangguran. Kondisi inilah yang mendorong munculnya pelopor-pelopor koperasi di Prancis seperti Charles Fourier dan Louis Blanc.

Charles Fourier (1772-1837) menyusun suatu gagasan untuk memperbaiki hidup masyarakat dengan fakanteres, suatu perkumpulan yang terdiri dari 300 sampai 400 keluarga yang bersifat komunal. Fakanteres dibangun di atas tanah seluas lebih kurang 3 mil yang akan digunakan sebagai tempat tinggal bersama, dan dikelilingi oleh tanah pertanian seluas lebih kurang 150 hektar. Di dalamnya terdapat juga usaha-usaha kerajinan dan usaha lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pengurus perkampungan ini dipilih dari para anggotanya. Cita-cita Fourier tidak berhasil dilaksanakan karena pengaruh liberalisme yang sangat besar pada waktu itu.

Lois Blanc (1811-1880) dalam bukunya Organization Labour menyusun gagasannya lebih konkrit, dengan mengatakan bahwa persaingan merupakan sumber keburukan ekonomi, kemiskinan, kemerosotan moral, kejahatan, krisis industri, dan pertentangan nasional. Untuk mengatasinya, perlu didirikan social work-shop (etelier socialux). Dalam perkumpulan ini, para produsen perorangan yang mempunyai usaha yang sama disatukan. Dengan demikian, perkumpulan ini mirip dengan koperasi produsen. Pada tahun 1884, kaum buruh di Perancis menuntut pemerintah untuk melaksanakan gagasan Lois Blanc untuk mendirikan koperasi, tetapi koperasi ini kemudian bangkrut.

Di samping negara-negara tersebut, koperasi juga berkembang di Jerman yang dipelopori Ferdinan Lasalle, Friedrich W. Raiffesen (1818-1888), dan Herman Schulze (1803-1883) di Denmark dan sebagainya.

Dalam perjalanan sejarah, koperasi tumbuh dan berkembang ke seluruh dunia di samping badan usaha lainnya. Setengah abad setelah pendirian Koperasi Rochdale, seiring dengan berkembangnya koperasi di berbagai negara, para pelopor koperasi sepakat untuk membentuk International Cooperative Alliance (ICA-Persekutuan Koperasi Internasional) dalam Kongres Koperasi Internasional yang pertama pada tahun 1896, di London. Dengan terbentuknya ICA, maka koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional.

ALIRAN-ALIRAN KOPERASI

ALIRAN KOPERASI

Aliran koperasi dibagi menjadi 3 yaitu :

Aliran yardstick
            Menurut aliran ini,koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan mengoreksi . maju tidaknya koperasi tergantung dari para anggotanya sendiri, karena pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah-tengah masyarakat .
Aliran ini dijumpai pada negara-negara yang berideologi liberalis/kapitalis, atau negara-negara yang menganut sistem perekonomian liberal . pengaruh aliran ini sangan kuat, terutama di negara-negara barat, dimana industri berkembang secara pesat . misalnya : amerika serikat, perancis, jerman, inggris, belanda, dll .
Aliran sosialis
            Menurut aliran ini,koperasi di pandang sebagai alat yang paling efisien dan efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat . selain itu, menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi .
Aliran ini dijumpai pada negara-negara yang berideologis sosialis/komunis, atau negara-negara yang menganut sistem perekonomian sosialis . pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara eropa bagian timur dan rusia .
Aliran persemakmuran (COMMONWEALTH)
            Menurut alira ini, koperasi di pandang sebagai alat yang paling efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat . selain itu, koperasi di pandang sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan penting dalam struktur perekonomian masyarakat . hubungan pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat kemitraan/partnership, dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik . aliran ini dijumpai pada negara-negara yang memiliki ideologi selain ideologi liberalis dan komunis,atau negara-negara yang menganut perekonomian campuran .

SCHOOL OF COOPERATIVES
School of cooperatives dibagi menjadi 4 aliran berdasarkan peranan dan fungsinya dalam konstelasi perekonomian negara, yaitu :
-          Cooperative commonwealth school
-          School of modified capitalism / school of competitive yardstick
-          The socialist school
-          Dan cooperative sector school

ALIRAN KOPERASI

2.  LATAR BELAKANG TIMBULNYA ALIRAN KOPERASI
           
 Aliran koperasi timbul,karena adanya keterkaitan hubungan antara ideologi,sistem perekonomian dan aliran koperasi . bentuk keterkaitan hubungan tersebut,dapat digambarkan tabel di bawah ini .
Hubungan ideologi, sistem perekonomian & aliran koperasi
ideologi
Sistem perekonomian
Aliran koperasi
Liberalisme/ Kapitalisme

Komunisme/
Sosialisme

Tidak termasuk liberalisme dan komunisme

Sistem perekonomian bebas/liberal

Sistem perekonomian
Sosialis

Sistem perekonomian campuran
Yardstick


Sosialis


Persemakmuran ( commonwealth)

KOPERASI NEGARA BERKEMBANG

KONSEP KOPERASI NEGARA BERKEMBANG

Koperasi sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya .

KOPERASI SOSIALIS

KONSEP KOPERASI SOSIALIS

Koperasi di rencanakan dan di kendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional . menurut konsep ini, koperasi tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan-tujuan sistem sosialis-komunis .